Kamis, 03 November 2011

PERUBAHAN TANPA ALASAN

Berawal dari pertemuan tak di sengaja, perkenalan yang terhitung singkat
Kemudian memutuskan untuk mengikat komitmen dan memulai suatu hubungan yang tak pernah di duga sebelumnya
Awalnya menarik, awalnya asyik, awalnya perhatian, awalnya pengertian, awalnya mesra, awalnya setia

Tanpa di rasa, menginjak waktu yang cukup lama 'perubahan terjadi'
Perubahan sikap, perubahan cara bicara dan perubahan-perubahan lainnya yang mengakibatkan suatu kecurigaan
Ingin rasanya mengutarakan namun tak sempat, karena adanya perbadaan jarak dan tidak adanya keluangan waktu untuk sekedar menyapa bahkan bertemu
Kurang komunikasi menyebabkan segalanya semakin rumit dan timbul konflik
Bermula dari konflik kecil, namun menjadi merebak bagai bunga yang baru bermekaran
Semakin menjadi-jadi hingga tak dapat di kendalikan

Bimbang melanda, semakin bertanya-tanya apa yang harus dilakukan selanjutnya
Berusaha sekeras mungkin untuk mempertahankan namun hati telah terlanjur sakit akibat dari 'perubahan tanpa alasan'
Keputusan yang benar, mengakhiri hubungan dengan senyuman ragu dan seribu pertanyaan yang berkecamuk di hati serta pikiran :'(

Ironis, penyesalan datang menghampiri
Bukan penyesalan atas keputusan berpisah melainkan menyesal mengapa pernah di pertemukan bila akhirnya seperti itu
Lebih baik tidak pernah bertemu dan tidak saling mengenal sebelumnya daripada setelah itu harus mengalami penyesalan yang sangat menyakitkan

Hingga saat ini dan sampai kapanpun, pertanyaan ini akan selalu ada membayangi pikiran dan langkah kaki
'Mengapa berubah dan apa penyebabnya?'
Hanya jawaban pasti yang di harap, bukan omong kosong atau bualan-bualan manis tak berguna
Setia menunggu jawaban itu dan setia menunggu kembalinya yang telah pergi :-)
#MATI RASA

BUNDA

Bunda...
Kau jaga aku saat masih dalam kandunganmu
Kau rawat aku dengan penuh perhatian dan kasih sayangmu
Kau mengharap aku lahir di dunia ini untuk menjadi seseorang sepertimu

Bunda...
9 bulan 10 hari aku menyatu di ragamu
Kau berikan segalanya untukku
Sampai saatnya tiba, aku berpisah dengan dirimu dan menjadi sosok yang kau sebut 'anakmu'

Bunda...
Kau mulai kerepotan saat aku menangis
Kau hibur aku dengan berbagai cara agar aku dapat tertawa layaknya bayi yang bahagia
Kau ajarkanku bagaimana berbicara, tengkurap, merangkak, berjalan hingga berlari
Dengan berjuta kesabaran kau merawatku hingga aku tumbuh menjadi 'balita' yang kau sayang

Bunda...kata pertama yang akan keluar dari mulutku
Bunda..orang pertama yang akan ku hampiri saat aku dapat berjalan

Bunda...
Usiaku makin bertambah
Aku tumbuh menjadi 'anak-anak' yang masih membutuhkan bimbinganmu
Hingga saatnya aku menjadi sosok yang disebut 'remaja'
Aku mulai cuek denganmu, aku mulai kurang memperhatikanmu, dan aku mulai membantah perkataanmu
Namun kau tetap sabar menghadapiku

Bunda...
Kini aku semakin 'dewasa'
Aku mulai sadar akan segala pengorbananmu
Begitu besar perjuanganmu untuk menjadikanku seperti sekarang ini
Terbesit penyesalan saat aku mengabaikanmu
Ingin mengucap kata maaf dan memelukmu erat-erat
Ingin mencium tanganmu dan memandang matamu dalam-dalam

Bunda...
Sampai sekarang aku belum bisa membalas apa yang telah kau berikan kepadaku selama ini
Entah apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu bahagia dan bangga kepadaku
Aku hanya dapat mengucapkan beribu bahkan berjuta terimakasih untukmu

Bunda...
Aku takut kehilanganmu
Aku ingin selalu di sampingmu
Aku tak akan melupakanmu sampai akhir hayatku karena kau adalah jiwaku

Satu kata terakhir untukmu bundaku dari anakmu 
I'LL NEVER STOP LOVING YOU,MOM