Ketika cinta tak lagi menapak, hanya bergelayut dalam bayang-bayang diri.
Tak peduli cibiran orang saat jatuh cinta dan dihancurkan oleh rasa itu sendiri.
Meratapi, isak tangis membasahi halus pipi.
Tak akan pergi, akan terus disini bersama jejak langkah dan kenangan yang saling beradu.
Mustahil bersatu... Tapi dalam iringan doa, pertemuan telah direncanakan.
Untuk kisah yang lebih baik kelak setelah matang, setelah masing-masing dari kita dapat berpikir secara dewasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar